4 maret 2012

Dalam postingan saya yang sebelumnya, kita telah sedikit membahas tentang analisis kimia dimana didalamnya terbagi dalam dua jenis analisis yaitu analisis kualitatif dan analisis kuantitatif. dalam postingan kali ini sya akan lebih banyak membahas tentang analisis kualitatif .

Pada anlisis kualitatif terdapat penggolongan pada ion-ionnya. Ion adalah atom, sekumpulan atom-atom yang bermuatan listrik. seperti yang kita ketahui listrik itu ada yang bermuatan negatif dan bermuatan positif.

1.ION POSITIF (KATION)

Ion yang bermuatan postif disebut Kation karena kehilangan satu atau lebih elektron yang tertarik ke katode.

Ion yang terdiri dari satu atom disebut ion tunggal, sedangkan yang terdiri dari dua atom atau lebih disebut ion poliatom.

Berikut beberapa contoh kation dan anion.
1.    Kation tunggal    : Na+, K+, Mg2+, Al3+
2.    Kation poliatom : NH4+
3.    Anion tunggal     : Cl-, Br-, S2-, N3-
4.    Anion poliatom  : NO3-, SO42-, PO43-, OH-

Dalam metode analisis kualitatif kita menggunakan beberapa pereaksi diantaranya pereaksi golongan dan pereaksi spesifik, kedua pereaksi ini dilakukan untuk mengetahui jenis anion / kation suatu larutan.

Regensia golongan yang dipakai untuk klasifikasi kation yang paling umum adalah asam klorida ( HCL) , hidrogen sulfida (H2S), ammonium sulfida ((NH4)2S), dan amonium karbonat ((NH4)2CO3)
Klasifikasi ini didasarkan atas apakah suatu kation bereaksi dengan reagensia-reagensia ini dengan membentuk endapan atau tidak. Sedangkan metode yang digunakan dalam anion tidak sesistematik kation. Namun skema yang digunakan bukanlah skema yang kaku, karena anion termasuk dalam lebih dari satu golongan.

Didalam kation ada beberapa golongan yang memiliki ciri khas tertentu diantaranya :

1. Golongan I : Kation pada golongan ini membentuk endapan berwarna putih apabila direkasikan dengan asam klorida encer. Ion golongan ini adalah : Pb2+ Hg+ Ag+

2. Golongan II : Kation golongan ini bereaksi dengan asam klorida(H2S)Hg2+, Pb2+, Bi2+, Cu2+, Cd2+, Sb3+, As3+, As5+, Sb5+, Sn2+, Sn4+ tetapi membentuk endapan yang berbeda-beda  dengan hidrogen sulfida dalam suasana asam mineral encer adalah :HgS (hitam), PbS (hitam), CuS (hitam), CdS (kuning), Bi2S3 (coklat), As2S3 (kuning), As2S5 (kuning), Sb2S3 (jingga), Sb2S5 (jingga), SnS (coklat) dan SnS2 (kuning). 

3. Golongan III : Kation golongan ini tidak bereaksi dengan asam klorida encer, ataupun dengan hidrogen sulfida dalam suasana asam mineral encer.kation-kationnya adalah : Fe2+, Fe3+, Al3+, Cr3+, Cr6+, Ni2+, Co2+, Mn2+, Mn7+, dan Zn2+

Namun kation ini membentuk endapan yang berbeda-beda dengan ammonium sulfida dalam suasana netral / amoniakal adalah : FeS (hitam), Al(OH)3 (putih), Cr(OH)3 (hijau), NiS (Hitam), CoS(hitam), MnS(jingga), dan ZnS (putih).

4. Golongan IV : Kation golongan ini bereaksi dengan golongan I, II, III. yaitu : Ca2+, Sr2+, dan Ba2+ . Kation ini membentuk endapan dengan ammonium karbonat dengan adanya ammonium klorida, dalam suasana netral atau sedikit asam.

5. Golongan V : Kation-kation yang umum sisa adalah Mg2+, Na+, K+, dan NH4+, yang tidak bereaksi dengan regensia-regensia golongan sebelumnya, merupakan golongan kation yang terakhir.

2. ION NEGATIF (ANION)

Ion yang bermuatan negatif disebut Anion karena mengkap satu atau lebih elektron yang tertarik ke arah anode.

 Untuk anion dikelompokkan kedalam beberapa kelas diantaranya :

* Anion sederhana seperti : O2-, F-, atau CN- .

* Anion okso diskret seperti : NO3-, atau SO42-.

* Anion polimer okso seperti silikat, borat, atau fosfat terkondensasi

* Anion kompleks halida seperti TaF6 dan kompleks anion yang berbasis bangat seperti oksalat.

Reaksi dalam anion ini akan lebih dipelajari secara sistematis untuk memudahkan reaksi dari asam-asam organik tertentu dikelompokkan bersama-sama. Hal ini meliputi asetat, formiat, oksalat, sitrat, salisilat dan benzoat.Metode untuk mendeteksi anion memang tidak sesistematik seperti yang digunakan untuk kation. Namun skema klasifikasi pada anion bukanlah skema yang kaku karena beberapa anion termaksud dalam lebih dari satu golongan.

Pengujian anion dalam larutan hendaknya dilakukan menurut urutan :
1.    Uji sulfat.
2.    Uji untuk zat pereduksi.
3.    Uji untuk zat pengoksid.
4.    Uji dengan larutan perak nitrat.
5.    Uji dengan larutan kalsium klorida.
6.    Uji dengan larutan besi (III) klorida.

Nah itulah beberapa bagian penggolongan yang terdapat pada si Ion positif (kation) dan si Ion negatif (Anion). Mudah-mudahan artikel ini dapat memberikan manfaat bagi kita semua.. well see ya ^_^

About these ads